Setiap tahunnya Get Plastic menerima kunjungan dari mahasiswa dari berbagai kampus serta volunteer yang berasal dari berbagai negara dengan beragam latar belakang. Kunjungan yang dilakukan adalah untuk mengenal Yayasan Get Plastic Indonesia serta mempelajari proses pengelolaan dan pengolahan sampah plastiK menjadi Bahan Bakar Minyak dengan proses pirolisis yang dilakukan oleh Get Plastic.
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan dan pengolahan sampah plastik menjadi BBM kepada mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan khususnya pengolahan sampah menjadi BBM agar dapat menjadi inspirasi penanganan permasalahan sampah plastik di lingkungan.
Program kunjungan dan live in ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi mahasiswa yang ingin magang. Selain menyasar mahasiswa, program belajar di Get Plastic juga menyasar masyarakat umum dan komunitas agar dapat menjadi pengimbas manajemen sampah plastik terhadap lingkungan yang lebih luas. Program ini akan diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan sosialisasi rumah tangga terkait pemilahan sampah plastik, pelatihan dan pengolahan sampah plastik dengan pirolisis, serta distribusi output dari pengolahan sampah plastik kepada penerima manfaat.
Tujuan program yang sangat beragam seperti:
Mengedukasi tentang pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan proses pirolisis
Memberikan pemahaman terkait soft skill mahasiswa magang
Menjalin kerjasama dengan universitas untuk mendukung program Yayasan Get Plastic Indonesia terutama dalam program pendampingan masyarakat
Hasil yang diharapkan diperoleh dari kegiatan ini: mahasiswa magang memahami inovasi pirolisis dan manajemen pengolahan sampah plastik menjadi BBM, mampu merumuskan proyek akhir berupa mini program yang terkait dengan isu lingkungan, serta mampu mengimplementasikan soft skill yang didapat dari program yang sudah dilakukan.
Penutupan atau pembatasan TPA Suwung memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pengelolaan sampah bisa diserahkan kepada warga tanpa sistem yang difasilitasi negara? Realitas di Denpasar menunjukkan jawabannya jelas, tidak. Ketika sistem pengangkutan berhenti dan opsi pengolahan tidak tersedia, masyarakat mencari jalan paling praktis: membakar sampah. Akibatnya, langit menjadi berkabut dan kualitas udara menurun. Saya merasakan ini secara […]
Kalau berbicara tentang sampah di Bali, kita sering membayangkan pantai yang tercemar, sungai yang membawa plastik, atau tumpukan sampah di berbagai titik. Namun jika kita melihat lebih dekat, ada hal lain yang juga terlihat jelas: Bali sebenarnya penuh dengan gerakan. Ada komunitas yang rutin membersihkan pantai, NGO yang bekerja di sungai, bank sampah di desa-desa, […]
Tidak semua kritik sosial harus datang dengan suara keras. Kadang, justru yang paling mengena adalah teguran yang disampaikan dengan ringan, hangat, dan terasa akrab. Itulah yang dilakukan NonaRia lewat lagu “Malu Dong”. Di balik nuansa retro yang ceria dan enak didengar, lagu ini menyimpan pesan yang sangat sederhana, tetapi penting: masih terlalu banyak orang yang […]
Catatan Kolaborasi Get Plastic dan The Kayon Jungle Resort Industri pariwisata sering ditempatkan dalam dua narasi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ia dipuji sebagai penggerak ekonomi dan wajah keindahan alam. Di sisi lain, ia kerap dikritik sebagai salah satu penyumbang masalah lingkungan, termasuk sampah. Di tengah dua narasi ini, jarang dibicarakan satu hal penting: […]