Learning Centre Bali Sebagai Media Pembelajaran Bersama
in between work and activism. keep writing.
Ayu Pawitri
Tepat setahun setelah Get Plastic memenangkan kompetisi sosial Inovation Fund dari Yayasan Allianz Indonesia, Learning Centre Bali resmi berdiri sebagai ruang diskusi dan belajar mengenai permasalahan lingkungan utamanya mengenai manajemen pengolahan sampah plastik. Di tahun 2020, salah satu ikon dari Learning Centre Bali yaitu Bamboo House resmi didirikan dan telah menjadi ruang tukar ilmu serta pengalaman dari berbagai kunjungan yang datang.
Berbagai kunjungan baik itu individu maupun komunitas kami terima sebagai salah satu visi kami untuk bekerja bersama-sama dalam proses penanganan sampah plastik di Indonesia. Sepanjang tahun 2020, meski dihadang pandemic, Learning Centre Bali tetap menerima kunjungan bahkan beberapa volunteer dari luar negeri.
Apa yang kami lakukan di sepanjang tahun 2020 merupakan mimpi besar kami untuk salah satunya membangkitkan kepedulian serta partisipasi masyarakat dalam kerja-kerja penjagaan lingkungan seperti pengelolaan dan pengolahan sampah plastik. Secara spesifik kami pun menerima sampah donasi dari warga di sekitar Br. Lateng, Sibangkaja, Badung karena ini merupakan bentuk tanggung jawab kami selama beberapa tahun mendirikan tempat workshop dan Learning Centre di daerah ini. Kedepannya kami pun berharap dapat mereplikasi apa yang telah kami lakukan ini di berbagai daerah di Bali dalam hal menyelesaikan permasalahan sampah plastik.
Di tahun 2021, kami kembali bergerak dengan melakukan beberapa sosialisasi di beberapa toko/kios yang tersebar di sekitar daerah Learning Centre kami. Sosialisasi yang kami lakukan lebih terkait pada produksi sampah yang banyak dihasilkan oleh toko dan warung, yang mana sampah tersebut mayoritas dipenuhi oleh sampah plastik. Salah satu fokus utama kami dalam sosialisasi ini adalah membantu memberikan solusi terkait pengolahan sampah plastik menjadi BBM, sebab beberapa warga masih melakukan pembakaran sampah karena tidak mengetahui metode apa yang harus digunakan dalam mengelola dan mengolah sampahnya.
Penutupan atau pembatasan TPA Suwung memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pengelolaan sampah bisa diserahkan kepada warga tanpa sistem yang difasilitasi negara? Realitas di Denpasar menunjukkan jawabannya jelas, tidak. Ketika sistem pengangkutan berhenti dan opsi pengolahan tidak tersedia, masyarakat mencari jalan paling praktis: membakar sampah. Akibatnya, langit menjadi berkabut dan kualitas udara menurun. Saya merasakan ini secara […]
Kalau berbicara tentang sampah di Bali, kita sering membayangkan pantai yang tercemar, sungai yang membawa plastik, atau tumpukan sampah di berbagai titik. Namun jika kita melihat lebih dekat, ada hal lain yang juga terlihat jelas: Bali sebenarnya penuh dengan gerakan. Ada komunitas yang rutin membersihkan pantai, NGO yang bekerja di sungai, bank sampah di desa-desa, […]
Tidak semua kritik sosial harus datang dengan suara keras. Kadang, justru yang paling mengena adalah teguran yang disampaikan dengan ringan, hangat, dan terasa akrab. Itulah yang dilakukan NonaRia lewat lagu “Malu Dong”. Di balik nuansa retro yang ceria dan enak didengar, lagu ini menyimpan pesan yang sangat sederhana, tetapi penting: masih terlalu banyak orang yang […]
Catatan Kolaborasi Get Plastic dan The Kayon Jungle Resort Industri pariwisata sering ditempatkan dalam dua narasi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ia dipuji sebagai penggerak ekonomi dan wajah keindahan alam. Di sisi lain, ia kerap dikritik sebagai salah satu penyumbang masalah lingkungan, termasuk sampah. Di tengah dua narasi ini, jarang dibicarakan satu hal penting: […]