Kami Butuh Bantuanmu untuk Mengolah Sampah Plastik Menjadi BBM
Get Plastic
Gerakan Tarik Plastic
Apa yang sedang terjadi?
Kerusakan lingkungan akibat meningkatnya sampah plastik dan krisis energi merupakan masalah global yang mengancam keberlangsungan kehidupan manusia. Dalam setiap detik, plastik dibuang ke tanah, sungai, atau laut kita. Tingginya permintaan penggunaan produk plastik tanpa dibarengi dengan kesadaran akan perilaku bijak berplastik, mempercepat produksi kebocoran sampah plastik.
Tentang Inovasi Mesin Pirolisis
Mesin pirolisis telah banyak dikembangkan di berbagai dunia. Dengan metode distilasi kering, mesin ini tidak membutuhkan oksigen dalam proses pemanasannya sehingga tidak ada asap yang keluar dari proses ini. Mesin pirolisis yang dikembangkan Get Plastic berbeda karena kami berusaha untuk terus mengembangkan mesin pirolisis ini. Sampai saat ini kami memiliki desain mesin yang mengubah sampah plastik 1:1 menjadi pyro-diesel. Kami juga terus mengembangkan inovasi mesin ini agar dapat digunakan di seluruh wilayah dunia.
Pengalaman Get Plastic
Get Plastic telah berhasil melakukan Sustainable Tour (Tur Berkelanjutan), dan proyek kami saat ini akan menjadi versi yang lebih besar dari sebelumnya. Tur berkelanjutan pertama kami mulai pada tahun 2018, di mana kami berkendara sejauh 1200 km dari Jakarta ke Bali dengan Vespa ikonik kami yang digerakkan oleh mesin pirolisis. Seperti tur kami yang akan datang, kami juga akan mengadakan lokakarya dan mendidik masyarakat setempat tentang polusi plastik dan solusi mesin pirolisis dari kami. Kami juga telah menerima penghargaan REKOR MURI untuk proyek kami yang inovatif dan berdampak.
Pada tahun 2019, kami memenangkan Social Innovation Fund oleh Allianz German untuk teknologi dan inovasi sampah plastik.
Di tahun 2020, kami memulai tour menggunakan Mobil berbahan bakar sampah plastik dari Bali ke Jakarta sejauh 1300 km. Semua kegiatan didanai oleh gerakan kolektif kami.
Sekarang, kami ingin meningkatkan tur berkelanjutan: membuatnya lebih lama, lebih berdampak, menargetkan bagian lain dari Indonesia. Kali ini, kami akan menjalankan tidak hanya Vespa kami tetapi juga dua mobil, truk, dan genset lainnya dengan bahan bakar plastik yang akan membuktikan betapa layak solusi pirolisis dari kami. Dalam tour ini kami juga mendonasikan 4 buah mesin pyrolysis dengan kapasitas 100 kg ke setiap kota yang kami kunjungi.
Kami Membutuhkan Bantuan Kalian!
Dikarenakan minimnya pengelolaan sampah plastik di Indonesia, kami sebagai organisasi independen menggagas tur musik yang bertajuk Get The Fest, kami akan keliling ke 5 kota di Indonesia dengan 9 transportasi berbahan bakar sampah plastik, kami juga menggelar konser musik bersama musisi di Indonesia. Dimana setiap kota menggunakan genset yang berbahan bakar sampah plastik.
Kami akan mengolah 25 ton plastik menjadi 23.000 liter bahan bakar untuk perjalanan dari Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali. Sepanjang perjalanan, kami akan tinggal selama 1 minggu di setiap kota untuk melakukan workshop, edukasi, dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah plastik.
Bagaimana Donasi Ini Akan Digunakan?
Donasi kalian akan digunakan untuk biaya kampanye ambisius kami selama 2 bulan yang dijalankan oleh tim Musisi, Artis, dan Get Plastic. Dengan bantuan Anda, kami akan dapat memenuhi tujuan kami untuk menjangkau masyarakat lokal melalui konser musik kami yang ditenagai oleh bahan bakar sampah plastik, memproses 25 ton sampah plastik di setiap kota yang kami kunjungi, dan menyumbangkan mesin pirolisis kepada masyarakat setempat. Kami akan mendorong agenda global pada KTT G-20 di Bali tentang transisi energi berkelanjutan.
100% donasi kalian akan langsung digunakan untuk mendukung tur musik Get The Fest keliling lima kota di Indonesia melalui pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. Kalian dapat membantu kami dengan memberikan apa yang kalian bisa dan membagikan kampanye secara luas. Setiap bantuan kalian sangat berarti. Kalian juga dapat melihat proyek kami ini di Instagram kami @getplastic_id atau website kami www.getplastic.id. Untuk berdonasi kalian dapat klik link donasi ini.
Penutupan atau pembatasan TPA Suwung memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pengelolaan sampah bisa diserahkan kepada warga tanpa sistem yang difasilitasi negara? Realitas di Denpasar menunjukkan jawabannya jelas, tidak. Ketika sistem pengangkutan berhenti dan opsi pengolahan tidak tersedia, masyarakat mencari jalan paling praktis: membakar sampah. Akibatnya, langit menjadi berkabut dan kualitas udara menurun. Saya merasakan ini secara […]
Kalau berbicara tentang sampah di Bali, kita sering membayangkan pantai yang tercemar, sungai yang membawa plastik, atau tumpukan sampah di berbagai titik. Namun jika kita melihat lebih dekat, ada hal lain yang juga terlihat jelas: Bali sebenarnya penuh dengan gerakan. Ada komunitas yang rutin membersihkan pantai, NGO yang bekerja di sungai, bank sampah di desa-desa, […]
Tidak semua kritik sosial harus datang dengan suara keras. Kadang, justru yang paling mengena adalah teguran yang disampaikan dengan ringan, hangat, dan terasa akrab. Itulah yang dilakukan NonaRia lewat lagu “Malu Dong”. Di balik nuansa retro yang ceria dan enak didengar, lagu ini menyimpan pesan yang sangat sederhana, tetapi penting: masih terlalu banyak orang yang […]
Catatan Kolaborasi Get Plastic dan The Kayon Jungle Resort Industri pariwisata sering ditempatkan dalam dua narasi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ia dipuji sebagai penggerak ekonomi dan wajah keindahan alam. Di sisi lain, ia kerap dikritik sebagai salah satu penyumbang masalah lingkungan, termasuk sampah. Di tengah dua narasi ini, jarang dibicarakan satu hal penting: […]