Donasi Kitabisa untuk Get Plastic

Yayasan Get Plastic Indonesia adalah organisasi independen yang berfokus pada isu lingkungan terutama pengolahan sampah plastik. Sejak tahun 2014, founder kami sudah mulai berinovasi mengembangkan mesin pirolisis yang dapat mengubah sampah plastik menjadi BBM. Kesadaran ini kemudian terbentuk lebih luas hingga di tahun 2020 kami mendirikan yayasan agar inovasi ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia. Selama berproses dengan Get Plastic banyak sekali hal yang cenderung "berani" dilakukan. Pada tahun 2018, founder kami berkendara dengan Vespa berbahan bakar sampah plastik dari Jakarta - Bali sejauh 1200 km. Dengan mengunjungi 15 kota, kami memberikan workshop kepada masyarakat luas tentang masalah sampah plastik dan cara mengolahnya. Di tahun 2019 kami memenangkan Social Innovation Fund Allianz di Jerman. Kemudian di tahun 2020 melanjutkan perjalanan mobil berbahan bakar sampah plastik dari Bali - Jakarta 1300 km. Seluruh pendanaan kami peroleh dari hasil patungan kawan-kawan dan hasil dari kerjasama kemitraan. Inisiatif ini kami lakukan untuk menjangkau publik yang lebih luas. Di tahun 2022 ini, kami juga menginisiasi gerakan pengolahan 25 ton sampah plastik menjadi BBM untuk perjalanan tur dan konser musik di 5 kota (Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, Denpasar).

Saat ini kami sedang mengadakan gerakan massif pengolahan sampah plastik menjadi BBM. Dari sanalah kami menginisiasi penggalangan dan untuk gerakan kampanye massif ini. Galang dana adalah bentuk dukungan publik dalam inovasi dan pengembangan teknologi oleh anak bangsa. Kami sangat membutuhkan publik untuk dapat menerapkan teknologi ini dan membuktikan pada dunia bahwa Indonesia bisa berdaulat dalam pengelolaan dan pengolahan sampah plastiknya.

Selama tiga bulan telah terkumpul sebanyak Rp 6.151.656 yang terkumpul dari Rp 500.000.000 dengan total 111 Donasi.

Pencairan Dana Rp 5.700.000

ke rekening BRI *** **** **** **** 7301 a/n YAYASAN GET PLASTIC

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Dana ini akan kami gunakan untuk melakukan pengolahan sampah plastik, sebagai bagian dari kampanye kami untuk meningkatkan awareness dari masyarakat, bahwa sampah plastik dapat diubah menjadi energi baru (BBM). Terima kasih atas dukungannya, semoga kami dapat menunaikan amanah pengolahan sampah plastik ini menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan motor dan mesin berbahan bakar solar/bensin yang mereka gunakan!

Kami Butuh Bantuanmu untuk Mengolah Sampah Plastik Menjadi BBM

Apa yang sedang terjadi?

Kerusakan lingkungan akibat meningkatnya sampah plastik dan krisis energi merupakan masalah global yang mengancam keberlangsungan kehidupan manusia. Dalam setiap detik, plastik dibuang ke tanah, sungai, atau laut kita. Tingginya permintaan penggunaan produk plastik tanpa dibarengi dengan kesadaran akan perilaku bijak berplastik, mempercepat produksi kebocoran sampah plastik.

Tentang Inovasi Mesin Pirolisis

Mesin pirolisis telah banyak dikembangkan di berbagai dunia. Dengan metode distilasi kering, mesin ini tidak membutuhkan oksigen dalam proses pemanasannya sehingga tidak ada asap yang keluar dari proses ini. Mesin pirolisis yang dikembangkan Get Plastic berbeda karena kami berusaha untuk terus mengembangkan mesin pirolisis ini. Sampai saat ini kami memiliki desain mesin yang mengubah sampah plastik 1:1 menjadi pyro-diesel. Kami juga terus mengembangkan inovasi mesin ini agar dapat digunakan di seluruh wilayah dunia.

Pengalaman Get Plastic

Get Plastic telah berhasil melakukan Sustainable Tour (Tur Berkelanjutan), dan proyek kami saat ini akan menjadi versi yang lebih besar dari sebelumnya. Tur berkelanjutan pertama kami mulai pada tahun 2018, di mana kami berkendara sejauh 1200 km dari Jakarta ke Bali dengan Vespa ikonik kami yang digerakkan oleh mesin pirolisis. Seperti tur kami yang akan datang, kami juga akan mengadakan lokakarya dan mendidik masyarakat setempat tentang polusi plastik dan solusi mesin pirolisis dari kami. Kami juga telah menerima penghargaan REKOR MURI untuk proyek kami yang inovatif dan berdampak.

Pada tahun 2019, kami memenangkan Social Innovation Fund oleh Allianz German untuk teknologi dan inovasi sampah plastik.

Di tahun 2020, kami memulai tour menggunakan Mobil berbahan bakar sampah plastik dari Bali ke Jakarta sejauh 1300 km. Semua kegiatan didanai oleh gerakan kolektif kami.

Sekarang, kami ingin meningkatkan tur berkelanjutan: membuatnya lebih lama, lebih berdampak, menargetkan bagian lain dari Indonesia. Kali ini, kami akan menjalankan tidak hanya Vespa kami tetapi juga dua mobil, truk, dan genset lainnya dengan bahan bakar plastik yang akan membuktikan betapa layak solusi pirolisis dari kami. Dalam tour ini kami juga mendonasikan 4 buah mesin pyrolysis dengan kapasitas 100 kg ke setiap kota yang kami kunjungi.

Kami Membutuhkan Bantuan Kalian!

Dikarenakan minimnya pengelolaan sampah plastik di Indonesia, kami sebagai organisasi independen menggagas tur musik yang bertajuk Get The Fest, kami akan keliling ke 5 kota di Indonesia dengan 9 transportasi berbahan bakar sampah plastik, kami juga menggelar konser musik bersama musisi di Indonesia. Dimana setiap kota menggunakan genset yang berbahan bakar sampah plastik.

Kami akan mengolah 25 ton plastik menjadi 23.000 liter bahan bakar untuk perjalanan dari Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali. Sepanjang perjalanan, kami akan tinggal selama 1 minggu di setiap kota untuk melakukan workshop, edukasi, dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah plastik.

Bagaimana Donasi Ini Akan Digunakan?

Donasi kalian akan digunakan untuk biaya kampanye ambisius kami selama 2 bulan yang dijalankan oleh tim Musisi, Artis, dan Get Plastic. Dengan bantuan Anda, kami akan dapat memenuhi tujuan kami untuk menjangkau masyarakat lokal melalui konser musik kami yang ditenagai oleh bahan bakar sampah plastik, memproses 25 ton sampah plastik di setiap kota yang kami kunjungi, dan menyumbangkan mesin pirolisis kepada masyarakat setempat. Kami akan mendorong agenda global pada KTT G-20 di Bali tentang transisi energi berkelanjutan.

100% donasi kalian akan langsung digunakan untuk mendukung tur musik Get The Fest keliling lima kota di Indonesia melalui pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. Kalian dapat membantu kami dengan memberikan apa yang kalian bisa dan membagikan kampanye secara luas. Setiap bantuan kalian sangat berarti. Kalian juga dapat melihat proyek kami ini di Instagram kami @getplastic_id atau website kami www.getplastic.id. Untuk berdonasi kalian dapat klik link donasi ini.

DONASI DISINI

100% donasimu akan digunakan untuk mendukung gerakan ini

Get Plastic Learning Centre – Yayasan Allianz Indonesia

“Sosialisasi tanpa implementasi hanya wacana belaka”.

Memberikan solusi secara nyata adalah salah satu misi Get Plastic menuju Indonesia bebas sampah plastik bukan bebas plastik.

Berangkat dari sebuah keperhatinan dan kepedulian akan keadaan bangsa ini sebagai negara terbesar kedua penyumbang sampah plastik kami merasa perlu bergerak menemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mengikuti sebuah kompetisi dipenghujung tahun 2019 “Sosial Innovation Fund 2019” yang di adakan oleh Yayasan Allianz Indonesia dengan tema “Keberlangsungan lingkungan hidup serta pemberdayaan kaum muda”. Dan Get Plastic pun memenangkan kompetisi tersebut.

Kerjasama GetPlastic dan Yayasan Allianz Indonesia mulai berjalan di awal tahun 2020, Dimulai dengan pembangunan learning center yang berlokasi di rumah Get Plastic, Bali.

Di dalam progam pembangunan learning center ini akan ada tempat workshop sebagai sarana Get Plastic untuk melakukan RnD mesin pengolahan sampah plastik menjadi BBM, selain itu ada juga rumah bambu yang akan kami gunakan sebagai tempat diskusi dan edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak kegiatan kami (Get Plastic).

Get Plastic Foundation

Bali, 30 Juni 2020

Climate Diplomacy Week 2019

Permasalahan sampah di Sungai Ciliwung merupakan permasalahan menahun yang belum ada solusinya hingga saat ini. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan malah tercemar karena kurangnya kesadaran kita dalam menjaga lingkungan sungai tersebut. Kebiasaan masyarakat setempat yang terus menerus membuang sampah ke sungai menjadi salah satu sumber masalah, di samping juga karena kurangnya perhatian pemerintah agar Sungai Cliiwung kembali ke kondisi normal.

Untuk itu dalam rangkaian Climate Diplomacy Week 2019, sejumlah anak muda akan melakukan Aksi Kumpul dan Olah Sampah Plastik di Sungai Ciliwung, kegiatan ini merupakan kolaborasi Get Plastic dengan KPC Bogor dan didukung oleh European Union (EU). Aksi ini juga akan dihibur, public figur yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Penghargaan Rekor Muri untuk Get Plastic

Cita-cita kami adalah membebaskan Indonesia dari sampah plastik, melalui program yang kami buat dan dijalankan, dengan alat sederhana dan vespa tua, kami telah membuktikan bahwa segala sesuatu yang tadinya bukan apa-apa menjadi sesuatu yang berguna. 1.200 Km perjalanan yang di tempuh oleh Dimas Bagus Wijanarko dengan vespa tua berbahan bakar hasil olahan sampah plastik menjadi bbm, dari Jakarta menuju pulau Dewata.

Kami yakin, kami tidak berjalan sendiri, pun tak jua berharap apresiasi. Tapi, Museum Rekor Indonesia ternyata melihat kami, memberi semangat perjuangan kami. 9 Agustus 2018 lalu, kami diminta untuk hadir dalam sebuah acara resmi, untuk menerima penghargaan MURI.. “Bangga bisa berkenalan dengan anak2 muda Indonesia yg peduli lingkungan.  Dengan teknologi sederhana mereka merubah sampah plastik menjadi bahan bakar..”

Terima kasih kepada Mars. TNI (purn) Chappy Hakim yg telah meluangkan waktu menjadi tamu kehormatan Museum Rekor-Dunia Indonesia dan berkenan menyerahkan Piagam Penghargaan Rekor untuk komunitas “Get Plastic” : “Perjalanan Terjauh dengan Vespa Berbahan Bakar dari Sampah Plastik”.

(1.200 km, Jakarta – Bali)

Peringatan Hari Sampah Nasional 2020

Bahwa 15 tahun silam telah terjadi bencana longsor timbunan sampah di TPA Leuwigajah, kota Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Yang telah menelan korban jiwa sebanyak 157 orang hingga menimbun 2 kampung yang ada disekitarnya. Setelah bencana itu Indonesia masih mengalami banyak PR dalam persoalan lingkungan, pada tanggal 21-23 Februari 2020 menyelenggarakan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020 di Eks TPA Leuwigajah.

Kegiatan ini merupakan ruang refleksi stakeholder terhadap permasalahan lingkungan saat ini dan menyusun strategi kedepan bersama Get Plastic, Nemo Foundation dan Masyarakat Cirendeu.

Dari Masyarakat Kembali Ke Masyarakat

Selama periode Juli 2020-Februari 2021, sebanyak 580 kg sampah plastik telah diolah menjadi BBM. Hal ini menjadi salah satu solusi dalam penanganan sampah plastik khususnya dalam skala komunitas. Semua sampah plastik yang dihasilkan warga di sekitar Learning Centre dikumpulkan dan diolah menjadi energi baru berupa bensin dan solar. Selama periode tersebut, tim GP pun mengakumulasikan hasil dari pengolahan sampah yang telah kami lakukan. Sebanyak 441 liter BBM telah dihasilkan dari sampah warga yang kami olah tersebut.

Hasil dari pengolahan sampah plastik berupa energi alternatif ini kami distribusikan kepada masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Bahan bakar yang berasal dari pengolahan sampah plastik ini yang kemudian dapat membantu petani untuk menghidupkan beberapa mesin mereka seperti mesin traktor dan peralatan lainnya yang berbahan bakar solar. Perputaran energi inilah yang kami harapkan dapat terus terjadi, sebab selain masalah sampah plastik dapat teratasi, masyarakat pun dapat merasakan langsung manfaat dari sampah plastik yang mereka olah.

Hal ini juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab kami sebagai salah satu organisasi yang menjembatani warga dalam pengelolaan dan pengolahan sampah plastik, sebab kerapkali masyarakat tidak memiliki pilihan dalam manajemen sampah mereka. Seperti yang kita ketahui bersama, sistem tata kelola sampah kita selama ini lebih banyak mengandalkan sistem kumpul-angkut-buang yang mana sistem ini lebih banyak menimbulkan masalah baru karena sampah tercampur dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk menghindari hal tersebut, kami sadar betul bahwa peran aktif masyarakat dalam menyelesaikan sampah di hulu menjadi salah satu metode preventif yang dapat diterapkan mulai dari skala terkecil yaitu rumah tangga.

Vespa on the Road

Banyak wawasan yang Get Plastic dapatkan sejauh ini sebagai komunitas pencinta lingkungan yang mengkampanyekan sampah plastik agar dapat diolah menjadi bahan bakar sehingga berguna dan menjadi solusi akibat sampah yang ditimbulkan. Kami melihat bahwa begitu awamnya masyarakat luas Indonesia mengenai pemahaman terhadap sampah plastik. Kami kemudian melihat peluang untuk mensosialisasikan visi ini dengan pendekatan silaturahim, yaitu melakukan sebuah perjalanan menuju 12 kota di Jawa-Bali, dimulai dari Jakarta tanggal 19 Mei sampai 30 Juni 2018. Kami tidak mungkin mampu melakukan ini tanpa dukungan dan partisipasi kalian terhadap inisiasi kami.

Teman-teman dari Bogor, yang difasilitasikan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), adalah penerima kunjungan kami yang pertama. Luar biasa upaya yang dilakukan oleh teman-teman KPC karena berjasa mengundang Plt. Walikota Bogor dan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Bogor serta rekan-rekan komunitas lingkungan lainnya walaupun diterjang hujan deras selama beberapa jam. Walikota Bogor pun berencana mengundang kami kembali untuk showcase di Balaikota di hadapan pemimpin-pemimpin instansi Bogor lainnya.

Selanjutnya, kami mengunjungi kawan-kawan lama kami di Kampung Adat Cirendeu untuk menyegarkan kembali ingatan workshop Get Plastic yang pernah kami lakukan beberapa bulan sebelumnya. Seperti biasa, respons mereka tidak pernah surut akan rasa ingin tahu dan selalu menantikan kehadiran kami kembali untuk mengimplementasikan alat kami di daerah mereka untuk menyokong kegiatan pertanian singkong khas tradisi leluhur Cireundeu.

Bandung Kota Parahyangan menjadi tujuan sejuk kami berikutnya. Banyaknya kehadiran dari berbagai instansi Bandung seperti Dinas Lingkungan Hidup Bandung dan Bappeda Sumedang serta wartawan-wartawan lokal sempat membuat kami terpana, dan semua itu berkat koordinasi yang dilakukan oleh Sekretaris DLHK Bandung Pak Dedy. Kaus-kaus #pedulisampahplastik kami pun banyak terjual karena kebaikan para pejabat instansi, sehingga turut membantu persediaan dana kami dalam melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Sehari kemudian, tibalah kami di Rajagaluh, Majalengka. Komunitas Pecinta Alam yang merupakan kenalan lama dari Dimas sang pengendara Vespa datang dalam jumlah yang banyak, dan turut melengkapi workshop kami dengan membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada para pengendara jalanan. Tak lupa teman-teman komunitas ini memborong kaus Get Plastic juga.

Sosialisasi bahaya sampah plastik dan solusi penanganannya tidak harus hanya untuk konsumsi kaum dewasa. Anak-anak pun harus dibekali dari awal agar lebih cepat terbina karakter peduli lingkungan sehingga menjadi lebih konsisten dalam watak kebersihannya seumur hidup. Dan kami memiliki kesempatan itu dalam kunjungan kami ke Yogyakarta. Komunitas Mata Aksara bersedia memberikan tempat dan waktunya untuk kami berikan pencerahan kepada adik-adik kami yang menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia. Tampak betul bagaimana anak-anak Yogyakarta memiliki potensi yang cerah berkat nilai-nilai kepedulian lingkungan yang diasuh oleh Komunitas Mata Aksara.

Petualangan kami di Yogyakarta tidak selesai di situ. Kota Pelajar ini selalu menyenangkan untuk dinikmati suasana budayanya, sesuatu yang lama diketahui oleh para pengembara seperti kami. Di saat sedang lesehan di alun-alun, rasa penasaran para pejalan kaki yang melihat poster motor kami pun tak dapat terbendung. Pengenalan alat dan program kami memang dapat dilakukan di manapun dan kapanpun, termasuk saat berbuka puasa Ramadhan.

Ibarat berkendara, aktifitas kami dari awalnya bulan Desember 2017 seringkali di posisi gigi 6, sehingga rasanya “butuh piknik”. Jakarta terlalu panas untuk memanjangkan kaki, tapi perjalanan menuju Jepara ternyata mengarahkan kami ke suatu titik yang nyaman di pinggir jalan. memang kurang rantang karena bulan puasa, tapi berteduh di antara pepohonan yang disinari matahari Jepara yang cerah cukup membantu kami melepas lelah

Setelah memeriksa keadaan motor yang telah menjelajahi dua propinsi di pasir putih Kartini Jepara dari pagi, akhirnya rombongan kami bertemu kangen dengan habitat serumpunnya yaitu Komunitas Vespa Jepara. Berkat solidaritas yang selalu tinggi di antara para riders ini, dan didukung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jepara, workshop di senja hari pun terlaksana dengan ramai dan seru.

Saatnya kami beralih ke pulau lain. Menyeberang ke atas, pulau Karimunjawa sudah siap menyambut kami dengan para nelayan, warga setempat beserta muda-mudinya. Semoga obrolan sore santai dengan kami dapat menginspirasikan para nelayan untuk menggunakan BBM hasil olahan sampah plastik ke mesin diesel perahu-perahu ereka, sesuai dengan apa yang kami aspirasikan.

Selesai bercengkerama dengan para pekerja keras di lautan, kami pun menyeberang turun kembali ke kota terbesar kedua di Indonesia. Sebagai kampung halaman Dimas, kedatangan kami sudah dipersiapkan jauh hari oleh teman-teman Pusat Daur Ulang serta Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Surabaya. Nothing feels like home, and home never fails to make us feel comfortable.

Sudah selesai kah perjalanan kami? Belum.Blitar, Lumajang, dan Bali masih menyisakan kisah.

Kami akan kembali dengan pertualangan selanjutnya, harap dinantikan.

Indonesia Darurat Sampah Plastik

Bayangkan saat kita menjinjing kantong plastik berisi belanjaan dari minimarket. Berapa usia kerja kantong plastik itu?Mungkin hanya 15 menit, lalu kita mencampakkannya. Ini perkara yang mendesak dan perlu kita waspadai bersama, karena lebih dari 40 persen plastik hanya digunakan satu kali lalu dibuang. Pun, sekitar delapan juta ton di antaranya tiba di laut setiap tahunnya

Inilah tragedi plastik.
Kita telah menciptakannya.
Kita begitu bergantung padanya.
Kini, kita tenggelam di dalamnya
Murahnya dan mudahnya produksi plastik telah memopulerkan penggunaan plastik sekali pakai. Lantas sadarkah kita terhadap bahaya dibelakangnya?
Perilaku penggunaan plastik sekali pakai berimbas pada pencemaran di darat dan di laut. Jumlah sampah plastik yang melayang–layang dan berputar-putar di Samudra Pasifik telah mencapai 1,8 triliun keping plastik! Apabila dipadukan dalam satu hamparan, luasnya hampir setara dengan Indonesia. Celakanya, Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok yang menyumbang polusi plastik di samudra.

Tentu, kita tidak berbangga hati menyaksikan semua ini. Sebagai masyarakat Indonesia, lantas apa yang dapat kita perbuat untuk mengurangi masalah ini?
.
"GANTI KRESEK" .
Ini adalah sebuah Gerakan Komuniti Koalisi Resolusi Plastik Sekali Pakai yang di bentuk oleh beberapa komunitas dan individu seperti @sayapilihbumi @getplastic_id@tjiliwoeng @sekolahrelawan@sang_pandunegeri
@bumikardus @acshebat@kitabisacom @vndrlvst
.
Tujuannya sederhana, kami ingin memfasilitasi kantong belanja yang bisa dipakai ulang, mengedukasi masyarakat, mengadvokasi pemerintah dan industri serta mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah terhadap pelarangan penggunaan plastik sekali
.
Lewat program "GANTI KRESSEK" , kami ingin mengajak seluruh masyarakat menggalang donasi untuk menuju Indonesia Bersih dengan cara membuat  serta membagikan“1 Juta Kantong Belanja untuk Indonesia” yang bisa digunakan berulang kali.

Mari kita bangun kembali persepsi publik yang baru tentang lingkungan dan permasalahan sampah plastik
.
Mari selamatkan BUMI!
Ikut berdonasi cek :https://m.kitabisa.com/sejutakantongbelanja