Pada periode Juni, tim Get Plastic memfokuskan gerakan dan perluasan jaringan di wilayah Jakarta. Salah satu agenda di awal bulan Juni adalah persiapan program Road to Get The Fest di Kampus Al-karimiyah Depok. Seluruh kegiatan showcase mesin dan konser musik dilaksanakan bekerjasama dengan komunitas Depok. Kegiatan ini juga disuplai penuh dengan BBM dari sampah plastik yang dialiri langsung ke genset. Program Road to Get The Fest ini juga menjadi momentum audiensi dengan Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN. Dalam kesempatan ini, kementerian memastikan dukungannya pada program Get The Fest dan Get Plastic secara menyeluruh.
Selain audiensi dengan BUMN, kami juga menerima dukungan dari beberapa lembaga pemerintahan terkait seperti: Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Sekretariat Negara, dan Pertamina Power Indonesia. Hasil dari audiensi ini adalah dukungan BUMN dan Pertamina Power untuk standarisasi hasil bensin dari mesin pirolisis, scalling-up mesin inovasi dari Get Plastic dan dukungan Get The Fest. Untuk mengimplementasikan upaya kampanye Get The Fest kami juga melaksanakan pra-acara dengan konsep kampanye berkaraoke dengan genset dari BBM sampah plastik.
Pameran: KLHK Expo & Ubud Food Festival
Pada pertengahan Juni, tim Get Plastic diundang untuk meramaikan acara Climate Change Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). Pameran/expo yang dilakukan ini dibuat sebanyak 2 kali dalam kurun waktu yang berbeda. Selama pameran, tim Get Plastic mengenalkan mesin pirolisis dan berbagai olahan residu karbon dari hasil pengolahan sampah plastik. Kemudian pada akhir Juni, kami juga menjadi salah satu supporter untuk Ubud Food Festival, dimana 60 liter BBM dari sampah plastik kami sumbangkan untuk kebutuhan acara selama 3 hari. Selama 3 hari kami juga menjual beberapa merchandise yang dibuat oleh tim. Follow @bygetplastic ya untuk info penjualan merchandise!
Penutupan atau pembatasan TPA Suwung memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pengelolaan sampah bisa diserahkan kepada warga tanpa sistem yang difasilitasi negara? Realitas di Denpasar menunjukkan jawabannya jelas, tidak. Ketika sistem pengangkutan berhenti dan opsi pengolahan tidak tersedia, masyarakat mencari jalan paling praktis: membakar sampah. Akibatnya, langit menjadi berkabut dan kualitas udara menurun. Saya merasakan ini secara […]
Kalau berbicara tentang sampah di Bali, kita sering membayangkan pantai yang tercemar, sungai yang membawa plastik, atau tumpukan sampah di berbagai titik. Namun jika kita melihat lebih dekat, ada hal lain yang juga terlihat jelas: Bali sebenarnya penuh dengan gerakan. Ada komunitas yang rutin membersihkan pantai, NGO yang bekerja di sungai, bank sampah di desa-desa, […]
Tidak semua kritik sosial harus datang dengan suara keras. Kadang, justru yang paling mengena adalah teguran yang disampaikan dengan ringan, hangat, dan terasa akrab. Itulah yang dilakukan NonaRia lewat lagu “Malu Dong”. Di balik nuansa retro yang ceria dan enak didengar, lagu ini menyimpan pesan yang sangat sederhana, tetapi penting: masih terlalu banyak orang yang […]
Catatan Kolaborasi Get Plastic dan The Kayon Jungle Resort Industri pariwisata sering ditempatkan dalam dua narasi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ia dipuji sebagai penggerak ekonomi dan wajah keindahan alam. Di sisi lain, ia kerap dikritik sebagai salah satu penyumbang masalah lingkungan, termasuk sampah. Di tengah dua narasi ini, jarang dibicarakan satu hal penting: […]